Selasa, 08 November 2016

ACHIEVED STATUS



ACHIEVED STATUS

            Masyarakat Indonesia generasi tahun 80-an dan 90-an pasti mengenal sosok si ahli pesawat terbang yang satu ini. Dialah Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan B. J. Habibie. Pria yang akrab disapa Rudi sewaktu kecil ini lahir di Parepare Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Habibie memiliki perpaduan darah campuran Parepare dan Jawa serta merupakan anak keempat dari delapan bersaudara.

        Sejak masa kecilnya, Habibie telah menunjukkan minat dan bakatnya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam pelajaran fisika. Habibie muda menuntut ilmu di SMAK Dago Bandung kemudian melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan teknik mesin pada tahun 1954. . Kala itu Habibie beserta keluarga tinggal menetap di kawasan Ranggamalela Bandung. Sebelum menyelesaikan kuliahnya di ITB, enam bulan kemudian akhirnya Habibie mengambil keputusan untuk melanjutkan studinya di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

       Berbekal dukungan semangat dan tunjangan finansial dari ibunya, R.A. Tuti Marini Puspowardoyo, Habibie akhirnya berhasil menyelesaikan studi di jenjang S1 dan S2 nya di Jerman. Berbeda dengan mahasiswa Indonesia yang mayoritas mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di jenjang S1 dan S2, biaya kuliah Habibie justru ditopang oleh sang ibu dengan mengandalkan usaha catering dan kost yang juga berlokasi di Bandung. Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Jerman akhirnya Habibie lulus sebagai diploma teknik Jerman bidang desain dan konstruksi pesawat terbang. Gelar tersebut setara dengan gelar Master (S2) di negara lain.

         Ketekunan dan sifat uletnya membuat Habibie segera lulus S3 dan dipercayakan untuk menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Analisis Struktur Pesawat Terbang di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) Hamburg sejak tahun 1965. Pengetahuan dan karirnya yang cemerlang membawa Habibie naik jabatan menjadi direktur teknologi sekaligus penasehat senior bidang teknologi untuk dewan direktur MBB sejak tahun 1969 hingga tahu 1973.
Semua kesuksesan tersebut dapat diraih Habibie sebelum berusia 40 tahun dan menjadikannya sebagai salah satu orang terpandang di Jerman. Selama berkarir di MBB Hamburg, Habibie telah banyak menyumbangkan sejumlah hasil penelitian serta ide teori di bidang termodinamika, konstruksi serta aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya yang amat terkenal dalam dunia desain dan konstruksi pesawat terbang adalah “Habibie Factor”, “Habibie Method” dan “Habibie Theorem”
Jadi, seorang B.J. Habibie menjalani perjuangan yang cukup berat dalam mendapatkan gelar yang kini ia miliki serta mengalami banyak proses untuk mendapatkan kerpercayaan untuk menjabat sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan Analisis Struktur Pesawat Terbang di Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) Hamburg sejak tahun 1965.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ex Machina’s Review and the relationship with Human Computer Interaction

This time I got the task of reviewing the movie in the course human computer interaction. As specified supporting a film...